Rayon Syari'ah Komisariat IAIN Bengkulu Adakan Mapaba
PK PMII IAIN Bengkulu - Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Fakultas Syari'ah (PR PMII Syari'ah) Komisariat IAIN Bengkulu kembali melaksanakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA).
MAPABA adalah gerbang awal sebuah proses kaderisasi pertama masa atau orientasi PMII kepada mahasiswa sebagai langkah awal untuk masuk menjadi anggota PMII.
Kegitan MAPABA dilaksanakan di Gedung PWNU Bengkulu pada hari ini Sabtu, 30 Maret 2019. Dengan megusung tema "Menancapkan Idealisme dan Jiwa Kepemimpinan Melalui PMII"
Menurut Ketua Rayon Syari'ah sahabat Pebri dalam sambutannya beliau mengatakan, MAPABA merupakan agenda rutin dilakukan sebagai bentuk kaderisasi awal di PMII yang saat ini wajib dilaksanakan oleh Pengurus di struktural rayon.
Menurut beliau, kegiatan itu juga dilakukan karena posisi strategis dan pentingnya peran dan fungsi mahasiswa sebagai agent of change. Mahasiswa yang notabennya adalah agen perubahan diharapkan mampu melakukan inovasi dan kreativitas dalam melakukan perubahan yang positif.
Perubahan tersebut dapat diraih apabila mahasiswa mempunyai wadah untuk menyalurkan potensi diri, minat bakat mahasiswa.
Perubahan tersebut dapat diraih apabila mahasiswa mempunyai wadah untuk menyalurkan potensi diri, minat bakat mahasiswa.
Sangat penting bagi mahasiswa untuk dapat berorganisasi di luar kampus. Selain untuk belajar, menggali potensi diri, menambah ilmu pengetahuan dan wawasan hal ini juga dapat memperluas jaringan dan sahabat, imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia acara sahabat Muhammad Redho Purnomo, menyatakan bahwa PMII adalah organisasi Kader yang berideologikan Ahlussunnah Wal Jamaah (ASWAJA) dan berasaskan Pancasila.
Menurutnya PMII adalah wadah yang tepat bagi mahasiswa untuk belajar tentang nilai-nilai keislaman dan kebangsaan serta PMII mampu mencegah faham-faham radikal yang akan mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Rapublik Indonesia (NKRI).
Dia juga melanjutkan, ciri khas dari PMII, selain menanamkan nilai-nilai spiritual, melalui aktivitas-aktivitas di dalamnya. Secara dialektis diharapkan mampu membentuk pola pikir.
Pola pikir itulah yang menumbuhukan kesadaran mahasiswa akan tanggung jawabnya di dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa, bernegara dan beragama. (Ahmad Fauzan)


Komentar
Posting Komentar